Delight

  • Beranda
  • About
  • Contact
  • Art
  • Design
  • Cerpen
  • DKV
Home Archive for 2016
 

Steps :




Inspired by :



  
Matanya terlalu besar :D
Steps :


Real Baekhyun









Steps :


Inspired by :


 


“Bukan melupakan yang jadi masalahnya, tapi menerima. Barang siapa yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan, hidup bahagia. Tapi jika ia tidak bisa nemerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan.” –Hujan, Tere Liye

            Baru saja Guru BK masuk ke kelas XII-IPA7. Beliau memberitahu tentang jalur PMDK untuk vokasi di sebuah universitas. Kalau dipikir-pikir, itu jalur yang mungkin mudah dilalui. Tapi bukankah lebih membanggakan jika bisa lolos jalur SNMPTN atau SBMPTN ?. Tiba-tiba seorang teman datang membuyarkan lamunanku. “ Hei, gak mau ikut ?” tanyanya. “Gratis gak ?” jawabku. “Gak tau, tapi aku tertarik banget sama univ-nya” katanya. “Bentar pikir-pikir dulu” jawabku. “Buruan terakhir hari ini” katanya. “Hah ?” kagetku.
            Aku berpikir keras, SNMPTN kelihatannya gak lolos, ikut SBMPTN takut sulit. Akhirnya kuputuskan untuk ikut. Istirahat pertama, aku dan temanku beranjak ke ruang BK. Ternyata jalur ini gak gratis, bayar 200.000. Dapat uang darimana ?. Stelah sampai di kelas, temanku memutuskan untuk tidak ikut. Kenapa ?, dia takut diterima dan tidak akan diambilnya. Karena dia juga mengambil jurusan kedokteran di univ tersebut. Tapi dengan pertimbangan yang cukup besar, akhirnya aku maju sendiri.
            3 hari kemudian aku mulai mengisi data-data untuk PMDK, itu sekitar awal april 2016. Setelah itu waktuku aku fokuskan untuk UN. Setelah UN, mulailah aku melengkapi semua datanya dan mengirim semua lewat pos. Yang menyakitkan lagi, dari seluruh anak di sekolahku, hanya aku saja yang mengirim lewat sekolah. Anak kelas lain memilih mengirimnya sendiri. Jadi hari itu aku kebingungan mengurus semuanya sendiri.
            Setelah pengiriman data, waktuku hanya kuhabiskan dengan belajar untuk SBMPTN. Entah apa yang menggangguku, aku tak konsen belajar. Isi kepalaku hanya takut, nantinya siapa temanku dari sekolah untuk kesana. Univ-nya berada di Solo. Jurusan yang aku ambil tidaklah berat, yaitu Desain Komunikasi Visual. Daya tampungnya lumayan dan saingannya pun tidak berat. Aku berpikir dua kali, nantinya apa yang kupelajari akan sangat berbeda, karena itu jurusan ilmu social bukan alam.
            Sebenarnya aku ingin melanjutkan studi di bidang IPA, tapi aku takut aku tidak akan bisa menghasilkan apapun disana. Untuk masuk di jurusannya saja itu tidak akan mudah, mengingat nilai-nilaiku yang sangat pas-pasan. Jika aku diterima di DKV tersebut, akankah aku ambil ?. Aku mulai tidak bersemangat lagi, bagaimana ini ?. Aku curhat kepada teman- temanku. “Sudahlah, kalau itu jalanmu jalani saja” hibur temanku.
            Tanggal 2 Mei 2016, saatnya pengumuman jalur PMDK. Dari jam 6 pagi aku sudah membuka laptop. Belum ada apa-apa di website-nya. Jam 7, jam 8, jam 9, aku mulai kesal. Aku memutuskan untuk membantu Ibuku mamasak saja, itu lebih baik daripada melihat layar laptop yang penuh dengan radiasi. Jam 11 lebih 10 menit, akhirnya pengumumannya dapat dibuka. Kumasukkan nomer pendaftaranku perlahan. Dengan santai aku meng-klik button bertuliskan cari. Warna biru, diterima di prodi D3 Desain Komunikasi Visual. Kuberitahu ibuku. Alhamdulillah, dengan nilai rapot yang seperti itu, aku bisa diterima di jalur undangan versi D3 itu.
            Segera saja aku melihat apa persyaratan selanjutnya. Tetapi agak kecewa juga, aku diharuskan hadir di univ-nya tanggal 31 Mei, bertepatan dengan pelaksanaan ujian SBMPTN. Mau tidak mau aku harus mengambil jurusan D3 DKV itu. Berat….., berat sekali rasanya meninggalkan dunia IPA yang sudah kujalani selama 3 tahun ini. Ya Allah inikah jalan untukku ?.
            Sebelum daftar ulang aku kebingungan bagaimana jalur PMDK ini terhubung ke bidikmisi. Walaupun uang daftar ulang yang aku bayarkan sesuai ukt di kelompok 2, aku masih butuh bidikmisi. Fail….. dijalur tersebut tidak ada bidik misi. Bidikmisi hanya bisa diajukan saat sudah menjadi mahasiswa. Kenapa jalan yang ambil sulit sekali Ya Allah. Setiap hari, di kala sepertiga malam tidak jarang aku selalu meminta petunjuk kepada Allah. Apa yang seharusnya aku lakukan, jurusan DKV bukanlah jurusan yang membutuhkan sedikit uang.
            Beberapa hari kemudian, aku pergi ke sekolah mengambil legalisir. Disana aku tau kalau 9 teman sekelasku lolos jalur SNMPTN, ada yang di ITB, IPB, UNAIR, dan univ lainnya. Rasanya kenapa sakit sekali, terlebih satu sekolah tidak ada yang lolos SNM di ITS dan aku mengambil jurusan di ITS juga saat SNMPTN. Tapi hari itu aku juga mendapat kabar baik. Untuk anak kabupaten sepertiku ada beasiswa khusus. Tapi hanya satu kali dapat, itupun bisa 5-7 juta. Lumayan untuk biaya awal kuliah pengganti bidikmisi.
            Saat berpas-pasan dengan guru, mereka selalu bertanya. “Kamu diterima dimana ?” tanya Guruku. Temanku yang lolos SNM dengan santainya menjawab ITB, IPB, UNAIR dengan jurusan yang bagus-bagus. Sedangkan aku, “Saya di terima di UNS Solo, tapi itu vokasi. Jurusanya DKV.” “Tidak apa-apa dong, yang penting dijalani saja. Siapa tau nanti kamulah yang paling berhasil” jawab Guruku. Setiap guru mengatakan itu tidak apa-apa dan aku juga mendapat banyak nasihat dari mereka. Rasanya senang sekali, bisa mendapat sekolah saat semua teman masih harus tes SBMPTN.
29 Mei 2016,
            Hidupku rasanya sudah tenang kembali, walupun tak lolos SNMPTN, tak dapat Bidikmisi, melepaskan dunia ilmu alam. Tapi aku pastikan aku akan dapat bidikmisi suatu hari nanti, mendapatkan gelar sarjana setelah diploma, dan melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya. Amiiiinnn……. . Hari ini aku menata seluruh berkas-berkas yang aku butuhkan untuk kubawa ke solo.
            “Nak, Ibu bawakan marsmallow” kata Ibuku. “Darimana ?” tanyaku. “Tetangga, katanya ucapan selamat” jawab Ibuku. Aku hanya tersenyum. “Tidak apa-apa nak, bagi orang tuamu ini. Diterima di universitas negeri itu sudah cukup, apalagi universitas ternama di Solo itu. Diploma juga bisa jadi sarjana. Kamu jalanin aja dengan sungguh-sungguh. Sekarang tinggal menunggu beasiswa dari kabupatennya” nasihat Ibu.
Kumakan marsmallow yang lembut itu. Manis sekali…… . Siapa yang tau apa yang kulalui sebelum memakan marsmallow ini, aku sudah menelan banyak sekali kapahitan yang aku rasakan. Banyak sekali yang aku lalui untuk bisa bertahan di jalan ini. Sekarang aku harus belajar menerima dan menghapus semua kepahitan-kepahitan itu, jika tidak, aku akan kehilangan semangat untuk belajar lagi. (zii)
Tipografi sederhana ditambah foto sang pembuat. Crop-an foto lama yang penuh kenangan. Berharap apa yang ditulis olehnya bisa menjadi kenyataan. Amiiin .......
Yang kedua ada logo. Makna tersendiri dari logo ini adalah sederhana. Logo ini hanya tersusun dari shape persegi dan lingkaran. Ditengahnya ada perpaduan garis. Garis tersebut adalah perpaduan huruf, yaitu "IVA". Itu merupakan nama sang pembuat logo. Untuk memudahkan orang yang melihat, ditambahkan panah untuk memperjelas bentuk huruf. Dari segi warna juga itu hanya tersusun dari warna hitam dan putih, sehingga menambah kesan sederhananya.
          Untuk yang kedua kalinya, inilah lukisanku. Lukisan yang aku kumpulkan untuk ujian praktek akhir seni rupa. Sudah dari awal semester, aku merencanakan konsep lukisan ini. Galaxy, itu tema yang aku ambil. Aku sudah mencoba berkali-kali, tapi tidak berhasil. Tapi setidaknya aku memberikan efek bintang yang banyak sekali di lukisanku ini. Jadi, tidak jauh dari konsep galaxy.
          Awalnya aku berencana menandingi lukisan Van Gogh yang berjudul sama, Starry Night. Tapi, mimpi sajalah. Aku ini pelukis amatiran. Lebih enak membuat gambar sketsa,  zentagle, atau doodle. Dibagian gunung, aku terlalu banyak memberi efek es. Yah…, jadinya malah kayak coretan anak TK. Saat aku bawa lukisanku ke sekolah, semua anak melihat lukisanku. Mereka salah fokus !. Mereka terlanjur terpesona dengan indahnya efek bintang yang aku buat. Tapi saat guru yang melihat, ternyata masih ada juga kekurangannya.

Adakah yang penasaran gimana sih caranya buat efek bintang dalam lukisan ?

Rahasianya Sikat Gigi.

Sikat gigi ?, gak salah ?. Iya, sikat gigi.

          Caranya mudah. Ini bukan ideku sendiri, tapi ini temuanku saat browsing di intrnet.
  1. Pertama siapkan dulu gambaran langit malam yang indah.
  2. Lalu basahi bulu sikat gigi dengan cat putih. Ingat !, jangan banyak-banyak membasahinya. Jika terlalu banyak, maka ukuran bintang yang dihasilkan akan besar.
  3. Gesek-gesek bulu sikat gigi yang basah di atas gambaran langit malam. Perhatikan jarak sikat dengan gambar.
  4. Tunggu kering, lalu jadilah efek bintang pada lukisan.
          Kembali ke lukisanku. Aku sendiri merasa tidak yakin aku membuat lukisan sebagus itu. Walau ada kekurangannya. Mungkin efek salju dan tanah yang aku buat kurang terlihat nyata. Tapi setelah melihat jadinya, suasana malam berbintang yang aku buat sangat terasa. Itulah sekilas tentang lukisan yang kubuat. Semoga cara memberikan efek bintangnya bermanfaat.(zii)

Foto Asli :
 
          Lukisan pertama !. Setelah sebelumnya ada gambar doodle dan perspektif, kali ini ada lukisan. lukisan yang aku buat disini bertema floral. Bungalah yang kupilih dan nama bunganya .......... . Jujur aku tidak tau nama bungaya. Yang aku tahu, daun dari tanaman ini bisa untuk obat menurunkan tekanan darah. Tanaman ini tertanam di halaman samping rumahku. Bunganya cantik sekali, sampai-sampai aku menjadikannya objek lukisan.
          Lukisan ini kubuat untuk tugas sekolah. Pada hari-hari sebelum pengerjaan, guru seni rupa banyak menunjukkan video-video tutorial melukis. Dari pengalamanku sebelumnya, aku kurang pandai dalam hal lukis. Maka dari itu, aku memilih bentuk bunga yang sederhana, yaitu bunga ini. Tolong yang tahu apa nama bunga ini, beritahu di komenan ya.
          Awalnya ada masalah. Aku memakai cat poster bukan cat air. Cat posterku kering. terpaksa aku harus mencari cara untuk mengakalinya. tidak mungkin aku beli cat air yang mahal. Jadi disini aku berbagi informasi. Jika cat postermu kering, maka genangi cat dengan air dan cairkan kembali perlahan. Butuh kesabaran ekstra disini, sabar ya . Walaupun sulit memakai cat yang encer, tapi dengan kesabaran hasilnya pasti akan tetap baik. Dari ketidak-ahlianku dalam melukis, aku mencari banyak tutorial melukis di Youtube, mempelajarinya lalu mulai melaksanakannya. Dan akhirnya jadilah lukisan bunga yang aku tidak tahu namanya ini. (zii)
Foto Asli : 
     




Materials:

1.Dakon game

2.Dakon contents

3.Two Players

Step:

1.Prepare the dakon contents.

2.Put the contents into a small hole.

3.Choose to play on the right or left.If you choose the right,the direction of the game  to the right.If you choose the left,the direction of the game to the left.

4.Take one of the contents from a small hole.

5.Put one by one into the other small hole and your big hole.Not to be put your opponent in a big hole.

6.Continue to play until it stop in a your big hole.

7.When stopped at an empty place and the hand there is only one content.Then fill in the hole that is opposed to yours

8.Who has the most,he who wins



            Kebanyakan orang beranggapan kalau orang yang keren adalah orang yang terampil berbicara. Tetapi, tidak semua orang bisa lancar berbicara di depan umum. Orang yang pendiam cenderung menghindar dari hal tersebut. Terkadang berbicara santai saja, mereka tidak bisa melakukannya dengan gampang. Umumnya mereka takut salah dan memilih untuk berdiam diri saja. Tapi asal kita tau, orang yang pendiam dan gak banyak omong tidak kalah kerennya dengan orang yang terampil berbicara.
            Orang yang pendiam identik dengan wajah datar, dingin, dan tidak berekpresi. Tapi ternyata kebanyakan dari mereka punya bakat spesial. Memang benar kalau mereka sulit untuk bisa mengungkapkan sesuatu dengan kata-kata. Tapi mereka biasa mengungkapakannya dengan menulis di blog, bermain musik untuk menghilangkan kesunyian, dan menggambar untuk mengekpresikan imajinasinya. Walaupun tak mudah juga bagi mereka menunjukkan bakatnya kepada orang banyak.
            Mereka dapat mengasah dan mengembangkan bakat-bakat spesial yang mereka punya secara terus-menerus. Mereka bisa menjadikannya bidang yang harus mereka kuasai di dunia kerja. Hingga dapat menjadikan sebuah peluang sukses bagi mereka. Di sisi lain, orang yang pendiam akan berhati-hati dalam berbicara dan hanya berbicara soal kebenaran. Mereka lebih produktif juga, karena mereka tidak akan banyak ngomong ketika mengerjakan sesuatu dan tetap fokus.
            Orang yang pendiam terlihat dingin, tapi sebenarnya mereka orang yang hangat dan perhatian. Diam berarti mengamati, mereka sangat peka dan tahu banyak karakter orang disekelilingnya. Dari hal-hal tersebut menunjukkan kalau mereka menjadikan orang di sekelilingnya merasa nyaman dan tidak mungkin jika mereka punya musuh. Sisi-sisi lain selain bakat spesial mereka tersebut, bisa menjadi nilai tambah dalam mengantarkan mereka ke sukses besar di dunia kerja.
Dengan demikian, menjadi orang yang pendiam tidaklah buruk. Mereka hanya lebih berhati-hati berbicara daripada kebanyakan orang lainnya. Mereka punya banyak sisi positif yang sangat berpeluang mengantarkannya ke sukses besar. (ZII)


Pagi yang cerah sekali. Hari ini aku membawa kameraku dan pergi keluar untuk mencari inspirasi. Terlihat di tas yang kubawa ada pin yang bertuliskan Institut Teknologi Bandung. Aku berjalan-jalan menyusuri jalanan Kota Bandung yang asri. Orang yang lewat pasti bertanya-tanya apakah aku seorang fotografer ?, mahasiswi jurusan DKV ?, Despro ?, atau bahkan Arsitektur ?. Semuanya salah, aku hanyalah seorang mahasiswi jurusan Desain Interior yang sedang mempersiapkan tugas akhirnya.
Dari kejauhan aku melihat seseorang, sepertinya aku kenal. Tapi memori otakku ini sudah terisi penuh dengan tugas, jadi sulit untuk mengingat-ingat. Orang itu semakin dekat, lalu dia menyapa.
“Hei…, lama gak ketemu ya !, gimana kuliahmu ?” sapanya.
“Nabila ?, iya lama gak ketemu. Kuliahku ?, emm… banyak yang harus diceritakan.” Jawabku.
“Baiklah, ayo kita ke kafe dan minum kopi sambil ngobrol. Aku juga punya banyak cerita untukmu kok, Fan !” kata Nabila.
Seorang wanita dari jurusan Teknik Perkapalan dan juga sahabat terbaik yang pernah ada, itulah Nabila. Dia sungguh wanita yang kuat, karena bisa bertahan di jurusan tersebut.
Saat asyik mengobrol di kafe, ada empat anak SMA yang kelihatannya sedang membolos atau sedang pulang pagi. Terlihat bedge di seragam mereka yang bertuliskan kelas XI. Masa-masa itu, kelas XI SMA, masanya untuk bersenang-senang, bercanda tawa riang dengan teman seperjuangan. Tapi yang paling berkesan bagiku adalah saat kelas XII. Masa-masa perang, yang dulu kusebut perang dunia ke-3. Perang untuk bisa masuk ke PTN. Sangat ironis, tapi pada akhirnya aku bisa melaluinya dengan baik.

~~Flashback.

“Fanny!, tolong belikan Ibu sesuatu di supermarket !” panggil Ibuku. “Ya…” jawabku. “Ini daftar apa yang harus kamu beli.” tambah Ibuku. Aku hanya mengangguk. Supermarket yang aku tuju tidaklah jauh dari rumahku. Di jalan aku terus melamun.Huft… liburan semester 1 kelas XII. Tidak ada yang lebih membosankan dari pada menunggu hasil rapor terakhir yang harus dimasukkan ke daftar nilai SNMPTN. Liburanku kali ini tidak tenang. Nilaiku tahun kemarin sempat membaik dan aku harap kali ini bisa lebih baik.
Aku tidak yakin itu akan terjadi. Kalau anak yang pintar, mereka pasti berfikir. Ini semester 5, apapun yang terjadi nilaiku harus naik. Apalagi nilai mapel yang harus dikuasai untuk jurusan kuliah yang akan dituju.Aku juga pasti berfikir demikian, tapi apa daya rasa takutku melebihi keinginan untuk bisa lebih baik. Aku benar-benar putus asa dan pasrah dengan apa hasilnya nanti. Di awal semester lalu aku sudah membuat project berjudul MIN 87. Artinya rata-rata nilaiku kali ini haruslah minimal 87. Project itulah yang membuatku termotivasi setiap harinya.
Dari supermarket, aku langsung menaruh belanjaan di meja ruang makan. Lalu kembali ke kamar dan merenung. Lama sekali aku merenung. Setelah merenung cukup lama, aku membuka laptop dan mencari informasi tentang jurusan. Aku berusaha mencari jurusan yang benar-benar kuminati dan sesuai dengan kemampuanku. Tapi pada akhirnya, aku hanya bisa menemukan fakultasnya saja. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan dan Fakultas Seni Rupa dan Desain. PTN yang aku tuju adalah ITS, ITB, UNS, dan pilihan terakhir ISI.
~~~
Hari pertama sekolah di semester 2 kelas XII atau bisa disebut hari penerimaan rapor. Aku tidak tau harus bagaimana. Sebelum penerimaan rapor, dikelas ada sosialisasi dari UI. Aku sedikit termotivasi disana, intinya jangan takut ambil jurusan. Setelah itu, apa yang ditunggu-tunggupun tiba. Ayahku sudah sampai sekolah dan masuk kelas. Dengan perasaan yang tidak tenang aku menunggu hasilnya.
Absen pertama, walimuridnya sudah keluar dari kelas. Semua anak-anak di kelasku menggerumbul. Tapi saat dilihat, ternyata daftar nilai dan rangkingnya tidak ada. Mengecewakan. Aku dan anak-anak di kelasku berusaha menenangkan diri dengan mengobrol terus. Sampai pada akhirnya aku lupa apakah Ayahku sudah keluar atau belum. Aku rasa beliau sudah pulang. Aku bergegas pulang dan langsung melihat raporku.
                Aku sudah melihatnya, dugaanku benar. Ranking turun, nilai rata-rata naik lebih dari yang diharapkan. MIN 87, hasilku lebih dari 87, tapi 88,29. Pencapaian yang luar biasa bagiku. Walau rankingku jelek sekali. Rasanya ingin menangis, bukan menangis senang tapi sangat sedih. Bagaimana tidak, aku tidak mempermasalahkan ranking. Tapi ada beberapa nilai mapel yang turun. Air mataku tidak bisa turun, rasanya seperti tertusuk benda yang begitu tajam. Aku harus terima, ini buah dari ketidak-sungguhanku di semester 5 ini. Menyesal, aku benar-benar menyesal.
~~~
                Hari-hari selanjutnya, aku masih merasa sangat menyesal. Aku masih tidak bisa menangis hingga saat ini. Hari demi hari aku jalani. Sosialisasi dari berbagai PTN terus berdatangan. Putus asa, sempat aku putus asa saat sosialisasi dari ITB. Aku benar-banar ingin menangis saat itu. Entah kenapa, dadaku terasa sesak sekali mendengar bagaimana kakak-kakak ITB itu menceritakan soal kampusnya, kehidupan SMA-nya, lolosnya mereka dari SNMPTN. Semua cerita itu bagai tusukan yang tiada henti.
                Setelah selesai sosialisasi, aku langsung pulang. Pergi ke kamar, mengunci pintunya dan menagis sejadi-jadinya. Aku benar-benar putus asa. Dalam batinku aku terus mengatakan, “Aku memang salah, aku tidak sungguh-sungguh menjalani semester 5 ini. Benar kalau nilaiku banyak yang naik, tapi banyak juga yang turun. Harapanku masuk ke PTN rasanya sirna, SNMPTN ?, tidak ada harapan. Semuanya sudah berakhir disini, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi”.
Suatu hari disekolah.
“fan, kamu harus ngisi !. Ini daftar jurusan dan PTN yang kamu inginkan untuk SNMPTN.” Kata teman sekelasku.
“Apa harus sekarang ?” tanyaku.
“Aku rasa tidak….tapi lebih cepat kan, lebih baik.” Jawabnya.
Tidak taukah dia kalau aku sedang frustasi sekarang ?. Aku menjadi orang yang begitu terpuruk. Rasanya PTN itu mustahil bagiku.
                Nabila menghampiriku, dia memukulku dengan kata-kata kejamnya.
“Apakah kau ini orang yang lemah ?, kau bukanlah temanku jika selalu terpuruk seperti ini !” kata Nabila.
“Aku hanya……..” aku ingin menjawab.
“Sudahlah jangan beralasan lagi. PTN tidak akan mau menerima orang terpuruk seperti dirimu sekarang ini. Kembalilah ke dirimu yang dulu yang selalu bersemangat. Aku tidak mau tau, pokoknya besok kau harus mengisi daftar SNMPTN itu.” sela Nabila.
Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Kata-kata Nabila seperti tangga yang tinggi yang mengantarkanku ke langit yang lebih tinggi dengan sinar matahari yang bersinar sangat terang.
                Malam harinya, aku menulis beberapa pilihan jurusan. Tidak hanya Nabila, tapi Ayah, Ibu, Kakak, dan semuanya, satu-persatu memberi dukungan bagiku. Sudah kuputuskan Jurusan SNMPTN-ku. Lihat saja besok, aku akan mengisi daftar itu. Pertama, Perencanaan Wilayah dan Kota, UGM. Kedua, Arsitektur, ITS. Ketiga, Desain Interior, ITS.
                Walaupun agak ragu, tapi besoknya aku benar-benar menulisnya di daftar. Penantianku lama sekali. Sampai pada akhirnya, untuk berjaga-jaga aku ikut SBMPTN. Untuk kedua kalinya aku mendapatkan hasil yang tidak memuaskan. Aku tidak bisa lolos SNMPTN.
“SNMPTN emang gak bisa dijagain.” kataku.
“Tidak apa-apa, masih ada SBMPTN !” kata Nabila.
“Apa kamu gak sedih ?, bukannya kamu juga tidak bisa lolos ?” tanyaku.
“Tak apa. SNMPTN emang punya banyak kriteria khusus dan kamu tau apa….misterius.” kata Nabila.
Kami tertawa bersama setelahnya. Tidak ada raut wajah kecewa lagi di wajah kami berdua.
                Tak lama setelah itu, SBMPTN dimulai. Nilai rapor tidak ada nilainya dimataku sekarang ini. Tes SBMPTN sudah didepan mataku. Tes ini lebih bisa diandalkan. Aku mati-matian membujuk Ibu dan Ayahku untuk mengizinkanku sekolah di Bandung. Aku mengambil jurusan yang tidak begitu tinggi, tapi lumayan banyak peminatnya. Desain Interior, ITB. Lalu Nabila ?, dia tak akan bisa jauh dariku, dia ambil jurusan yang sangat berani. Teknik perkapalan, ITB. Akhir yang sesungguhnya, kami berdua sama-sama diterima, kami juga dapat bidik misi. Aku sangat bersyukur, Allah ternyata punya jalan lain yang lebih baik dan lebih bagus untuk kulalui.

~~Flashback End.

                Kembali ke kafe tempatku dan Nabila berada.
“Hei kau ngelamun ya ?” Tanya Nabila.
“Oh… mengagetkan saja. Lihatlah anak-anak SMA itu, apa kau ingat sesuatu ?” jawabku.
“Aku masih ingat dengan jelas walau sudah hampir 4 tahun lalu. Dan bagaimana terpuruknya kau saat itu” katanya sambil tertawa.
“Ha ha , kau benar. Tapi itu tidak lucu sekarang. Aku mungkin akan memukulmu jika berkata seperti itu lagi.” kataku.
Selanjutnya kami mulai berbicara mengenai bagaimana diri kami dulu saat SMA dan tertawa bersama.
                Saatnya pergi ke kasir untuk membayar.
“Lho Fanny kesini lagi ?, apa gak sibuk buat tugas kuliah ?” Tanya pemilik kafe.
“Sibuk sih bu, tapi saya tidak bisa mengabaikan temanku itu.” kataku sambil menunjuk Nabila yang duduk di kursinya.
“Kalau saya mau ganti desain interior kafe ini lagi, bolehkan kalau saya menghubungi kamu lagi. Desain kafe saya yang kamu buat ini sangat sesuai dengan yang saya inginkan.” kata pemilik kafe.
“Tentu saja. Tapi setelah saya menyesaikan skripsi saya.” jawabku.
                Dan begitulah, bagaimana semuanya berakhir. Janganlah takut untuk melakukan sesuatu. Gagal itu biasa, tapi bangkit berkali-kali itu baru luar biasa. Jangan selalu terpuruk,Tetap semangat dan yakin bisa. Kita tidak akan pernah tau apa yang sudah direncanakan Allah untuk kita. Tapi percayalah Allah selalu punya rencana yang sudah disusun rapi dan sesuai dengan apa yang kita harapkan. (ZII)



Pengalaman mengerikan itu berawal dari pendaftaranku ke STSN (Sekolah Tinggi Sandi Negara). Berbagai tesku jalani dan satu-persatu lulus dengan mudahnya.  Padahal aku ini seorang perempuan, tes fisik maupun tes akademis tidak masalah bagiku. Tahun pertama kuliahku, entah aku ini beruntung ataukah sial, aku mendapat tugas yang sangat penting. Dokumen Negara telah dicuri dan semua datanya ada seorang hacker professional yang terkode. Aku harus melacak keberadaan hacker itu dan memecahkan kode di laptopnya. Aku tidak sendiri karena aku seorang perempuan. Aku ditemani oleh seorang senior laki-laki, Leon.
Bogor 08:12
            Kabarnya hacker itu masih ada di Bogor. Tak kusangka semua petunjuk mengharuskanku mengelilingi kota Bogor. Aku mencari tau profil si hacker tapi dengan semua kemampuan aku hanya bisa menemukan satu website bernama Davinci yang terhubung dengan twitternya, @DLx. Websitenya terkode, sebenarnya ini mudah diatasi dengan melacak alamat IPnya. “Ini tidak mudah, mau tidak mau kita harus mencari keberadaannya. 9 kode…” kata Leon. “tapi bukankan soal mencari bukankah itu tugas seorang detektif atau apa lah …” ungkapku. ”Sudahlah, ini tugas rahasia. Lebih baik kita jalankan saja” ungkapnya memotong kata-kataku. Aku hanya diam saja, dia termasuk senior yang paling dihormati dikampus.
Jl. Raya Bogor 10:16
            Berawal di sebuah ruah di Jl. Raya Bogor disana si hacker tinggal sebulan lalu. “Rumah ini sekarang kosong ?” tanya Leon.
”ehm..” jawabku.
“berantakan sekali dan menyeramkan !” ungkapnya.
“Hah ?, apa kau takut hantu ?, lihat wajah takutmu itu !, hahaha…” ejekku.
“Dasar kau, aku tidak takut !. Itu hanya waspada !”
Daripada rasa takut, Aku rasa Leon lebih menunjukkan sikap khawatir. Apa yang dikhawatirkannya ?, apa dia takut kalau misi ini tidak berjalan lancer ?, aku tak tau dan aku hanya mau focus ke misi.
            Aku melihat ada sebuah amplop coklat penuh tulisan angka dan huruf. Ini hanya tulisan biasa tapi aku menemukan rangkaian angka. “101235….bukankan ini bisa menjadi tanggal ?. Januari, 2015 ….” Spekulasiku. “Tanggal 23, coba buka amplopnya” tanggap Leon. Ada sebuah tutup flasdish warna biru tua dan aku rasa itu merek Kingston dan ditutup itu ada tulisan berbentuk huruf D besar, kode 1.
            Hari-hari berikutnya kami terus mendapat petunjuk- pentunjuk yang sangat sulit kami pecahkan. Sebagian dari 8 kode yang sudah kami temukan dipecahkan oleh Leon. Sepertinya Leon tau segalanya tentang Kota Bogor ini. Kode 2, huruf S di sebuah bangku sekolah di SMP Islam Al-Muklisin. Kode 3, E, di poster biasa yang salah satu huruf e besar-nya di tulis dengan tangan di sebuah halte di dekat Istana Bogor. Kode 4, N, di kertas sticky notes di sebuah lampu di Kebun Raya Bogor. Kode 4 sampai 8, R,U,G,A, ada di tembok-tembok di jalanan dekat STSN. Setiap kami memecahkan kode, di website si hacker akan muncul gambar tempat dimana kode itu ditemukan. Ini seperti sudah direncanakan sebelumnya, hacker itu tau gerak-gerik kami.
Asrama STSN 18:53
            Leon dan aku terkejut kenapa petunjuk selanjutnya ada di Asrama STSN dan ada dikamar salah satu mahasiswa putri, disini aku harus mencarinya sendiri tanpa Leon. Disana ada Lami kembaran Leon Apa mungkin Lami ?. Kejahatan seperti ini tidak akan bisa kalau tidak dilakukan oleh orang yang benar-benar ahli. Tidak ada bedanya dengan Leon, Lami adalah mahasiswa terbaik dan sangat disegani bahkan aku menyeegani. Diam-diam kubuka laptop di atas meja dan menuju tempat diluar jangkauan orang-orang.
            Laptopnya terkunci password dan aku mencoba memecahkan passwordnya. Setelah lama passwordnya adalah lastl4stO. Kode terakhir O. Huruf sebelumnya D-S-E-N-R-U-G-A-O, ini DANGEROUS. Kubuka website hacker itu, kumasukkan kode yang sudah aku dapat dan dapat terbuka. Betapa terkejutnya aku, dokumennya…, dan pelaku sebenarnya bukan Lami melainkan kembarannya, Leon. Apa ini jadi Leon hanya membantuku untuk memperoleh hasil curiannya yang hilang dari kembarannya sendiri. Rasanya aku ingin berteriak sekencang-kencangnya saat itu juga. Aku tidak punya keberanian, aku menuju kamarku tanpa sepengetahuan Leon dan mengemasi barang-barangku dan melarikan diri ke Jakarta dengan dokumennya ditanganku. “Dasar payah…” aku menangis disepanjang perjalanan.
Jakarta 15:30
Masih terbayang-bayang bagaimana aku bisa melarikan diri gara-gara hal konyol itu. Bisa dibilang sekarang ini, aku sedang bersembunyi di sebuah apartemen sederhana. Aku berusaha membuka mataku setelah tidur siangku yang panjang. Kubuka tirai kamarku dan cahaya mataharipun langsung masuk menghangatkan apapun yang ada dikamarku. Aku mengecek pesan di ponselku. ‘Tidakkah kau ingin pulang ke Bogor ?, pihak Sekolah tidak akan mengeluarkanmu ! –Diani’, aku terhenyak.
            Aku merindukan kotaku, sudah setahun ini aku meninggalkannya. Bukannya tidak mau untuk pulang tapi pengalaman mengerikan itu menjadikanku enggan untuk pulang. Tapi hari ini aku memutuskan kembali. Aku muak menjadi seorang yang terpuruk dan aku akan mengungkapkan semuanya tentang dokumen itu.
Subscribe to: Posts ( Atom )

Followers

Total Pageviews

Categories

  • Art
  • Cerpen
  • Design
  • Experience
  • JAZIILATUR
  • School

LATEST POSTS

  • About Me
    Nama Lengkap           : Iva Jaziilatur Rohmah Nama Panggilan        : Iva Tanggal Lahir             : 24 Juli 1998 Tempat Tinggal     ...
  • Betta Fish Drawing with Colored Pencil
    Steps : Inspired by :
  • CODE : DANGEROUS
    Pengalaman mengerikan itu berawal dari pendaftaranku ke STSN (Sekolah Tinggi Sandi Negara). Berbagai tesku jalani dan satu-persatu lu...
  • Flat Design
    Seni grafis adalah seni dalam berkomunikasi menggunakan tulisan, ruang, dan gambar. Bidang ini merupakan bagian dari komunikasi visual. Ilmu...
  • HARD EFFORT
              “Lebih kuat, lebih gigih, dan lebih berusaha keras”. Itulah kata-kata yang selalu terngiang-ngiang di telingaku. Rasanya ingi...
  • Project = UP
    My Life, My Wish, My Project=UP (for 6 month) 150107*Zii
  • Do the doodle
    • Doodle Art Mungkin sebagian dari kamu sudah tidak asing dengan istilah doodle. Doodle jika diartikan secara harfiah ke bahasa indonesia ...
  • [FANART] EX'ACT Chanyeol - Monster Digital Booklet
  • Starry Night
              Untuk yang kedua kalinya, inilah lukisanku. Lukisan yang aku kumpulkan untuk ujian praktek akhir seni rupa. Sudah dari awal se...
  • Flower Sketch - Drawing Pencil
      Steps : Inspired by :

Blog Archive

  • ▼  2016 (18)
    • ▼  June (3)
      • Flower Sketch - Drawing Pencil
      • [FANART] EX'ACT Baekhyun - Monster Photo Teaser
      • [FANART] EX'ACT Chanyeol - Monster Digital Booklet
    • ►  May (2)
      • Betta Fish Drawing with Colored Pencil
      • Behind The Sweetness of Marsmallow
    • ►  April (1)
      • Tipografi dan Logo
    • ►  March (2)
      • Starry Night
      • Flower Painting
    • ►  February (2)
      • How to Play Dakon
      • Pendiam tapi Punya Bakat Terpendam
    • ►  January (8)
      • Back to The Past
      • CODE : DANGEROUS
  • ►  2015 (9)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (3)
  • ►  2014 (3)
    • ►  June (3)
  • ►  2012 (1)
    • ►  October (1)

Author

Author
Powered by Blogger.

Latest Posts

  • Pendiam tapi Punya Bakat Terpendam
                Kebanyakan orang beranggapan kalau orang yang keren adalah orang yang terampil berbicara. Tetapi, tidak semua orang bi...
  • How to Play Dakon
    Materials : 1.Dakon game 2.Dakon contents 3.Two Players Step : 1.Prepare the dakon contents. 2.Put the contents into a smal...
  • Flower Painting
              Lukisan pertama !. Setelah sebelumnya ada gambar doodle dan perspektif, kali ini ada lukisan. lukisan yang aku buat disini bert...
  • Tipografi
    • Tipografi Tipografi dalam desain grafis merupakan satu elemen yang sangat krusial dan juga merupakan  elemen yang paling sering dipakai ...
  • Starry Night
              Untuk yang kedua kalinya, inilah lukisanku. Lukisan yang aku kumpulkan untuk ujian praktek akhir seni rupa. Sudah dari awal se...

Labels

Art Cerpen Design Experience JAZIILATUR School

Quote

" Life is Only a Path Full of Efforts "

Mini Gallery

Copyright 2014 Delight.
Designed by OddThemes